“Lu pernah baca buku ini ga? Originals, dari Adam Grant. Tentang original thinkers yang punya cara kerja berpikir, yang berbeda dengan yang lainnya,” ucap seorang Project Manager baru, dengan antusias.
“Sori ya, gue kasihnya mepet.”
“Gapapa, kalo sama lu. Meski mepet. Gue tetap tenang,” katanya dengan suaranya yang juga tampak tenang bersahaja. Ga kedengaran suara project manager anxiety karena timnya ga ngasi progres task.
“Karl Marx bikin pidato yang hebat itu, cuma 15 menit sebelumnya. Jadi dia mikir sampai detik terakhir. Itu ‘pikiran’ ditaruh di belakang otak dia untuk dipikirkan. Kayanya lu kaya gitu, deh,” katanya lagi. Mungkin berusaha menenangkan timnya yang merasa bersalah.
Grant dalam buku tersebut bilang, ada yang namanya strategic procrastination. Sederhananya, sengaja ngerjain tugas entar-an, biar nanti ada ruang untuk berbagai kemungkinan gagasan yang lebih luas.
Gimana ya, bilangnya ke project manager ini, kalo gue ga bermaksud kayagitu.
_____
Bulan lalu ada sharing di townhall kantor tentang ‘Learning to Let Go’
Konsep yang berlaku untuk semua orang: Kalau berkebun itu, ada yang namanya pruning. Jadi sebagian dahan atau buah dipotong, biar nutrisinya terkonsentrasi pada dahan/buah yang terpilih dan bisa bertumbuh lebih bagus.
Sayangnya, kita bukan pohon yang gampang dipotongin. Bahkan, bisa jadi sudah kita ‘lepas’ tapi otak dan hati kita aja yang masih ga ikhlas.
Polanya gini.
Our mind creates the loop.
We believe it.
We get attached.
We get suffer.
Karena otak ini memang suka membuang-buang waktu mencari informasi random, ketemu lah yang namanya metacognition: the ability to think your own thinking.
Anggap kaya kamu lagi liat diri kamu sendiri.
Teorinya, kalau kamu bisa ‘liat diri sendiri’, kamu bisa sadar dan intervene.
Sayangnya lagi, ada beberapa orang yang punya hyperfixation akut, termasuk ga bisa lepas dari gagasan yang sudah ‘nempel’.
Sudah bertahun-tahun bereksperimen, mencoba berbagai cara, agar bisa keluar dari loop. Ada satu metode ampuh yang selama ini dilakukan setiap kali ketemu loop, tapi konsekuensinya sangat besar.
Sebelumnya, otak selalu menang karena memilih menanggung konsekuensi dibandingkan harus ‘suffering’ dalam lingkaran setan karena hyperfixation.
Tapi bagaimana jika itu adalah ‘loop’ baru?
Loopception. Damn capek banget otak ini.
Untuk sementara, back to basic, apa adanya dulu aja.
________
Ya, ada yang namanya procrastination paralysis.
Maybe I cannot break this loop.
Maybe am still suffering in this loop.
Maybe am 99% writing trash.
But that 1% finish this writing.
Untuk sementara, aku yakini saja apa kata project manager itu.
-el
Leave a Reply